Penyebab Hancurnya Hubungan Asmara


Apa yang menyebabkan hancurnya sebuah hubungan? Ketidaksetiaan? Ketidakcocokan? Sudah tidak cinta lagi? Semua bisa jadi benar.

Namun ada satu hal konyol yang bisa menghancurkan hubungan. Satu hal yang membuatmu mengambil keputusan yang salah, hingga mengakhiri hubungan, namun  diakhiri sesal belakangan. Itulah asumsi.

 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asumsi adalah: 

1) dugaan yang diterima sebagai dasar.
2) landasan berpikir karena dianggap benar.

Sadarkah kamu, dalam hubungan asmaramu, berapa banyak keputusan salah yang kamu ambil (yang lalu kamu sesali) yang terjadi hanya karena kamu berasumsi?

Nyatanya, dia tidak membicarakan kamu di tweet-nya yang terkesan galau itu.
Dia berkata jujur saat bilang hanya tak sengaja bertemu mantannya di sebuah mall.
Dan dia memang benar sedang sibuk sehingga butuh beberapa jam untuk membalas SMS kamu.

Wanita Habiskan Lebih Banyak Uang Saat Masa Subur


Wanita kemungkinan besar menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli pakaian dan produk-produk kecantikan saat mereka memasuki masa subur, menurut penelitian terbaru di Concordia University di Kanada.

Siklus menstruasi tak hanya berdampak terhadap fisik dan emosi. Siklus itu juga secara tidak langsung mempengaruhi produk-produk yang wanita gunakan, jenis makanan yang mereka makan, dan jenis produk yang mereka beli serta kapan mereka membelinya.

Sebuah penelitian mengamati perilaku 59 wanita selama lebih dari satu bulan. Mereka menyimpan rincian catatan harian tentang apa yang mereka makan, beli, dan pakai, serta perawatan kecantikan yang mereka lakukan. Jika membandingkan catatan itu dengan siklus menstruasi, jelas bahwa wanita membeli pakaian untuk menarik lawan jenis, membeli kosmetik serta melakukan perawatan kecantikan saat memasuki masa subur. Para peneliti menghubungkan ini dengan efek hormon yang secara diam-diam mendorong wanita untuk hamil di puncak masa kesuburan.

Kenali Penyakit Rambut dan Cara Mengatasinya


Rambut menjadi salah satu bagian terpenting dari penampilan seseorang. Semua orang menginginkan memiliki rambut indah dan sehat.

Sayangnya, debu, polusi, stres, genetik dan kerusakan akibat bahan kimia dapat merusak kesehatan rambut. Tak hanya membuat rambut tampak kusam, namun juga menyebabkan berbagai masalah lain seperti rambut rontok hingga kebotakan.

Menurut dermatologist dr. Edwin Djuanda, dari Jakarta Skin Expert terdapat beberapa jenis penyakit rambut yang masih belum diketahui masyarakat.

Masyarakat perlu mengetahuinya agar mendapat pengobatan yang tepat demi mencegah permasalahan rambut yang semakin parah.

Telogen Efflucium (rambut rontok)
Rambut rontok sering kali dialami laki-laki dan perempuan. Biasanya, kondisi ini terjadi pada fase telogen yang menyebabkan rambut rontok hingga 300 helai tiap harinya. Telogen Efflucium dapat disebabkan oleh emosi atau stres hormonal, diet terlalu keras bahkan penggunaan obat. Karena penyebabnya bervariasi, disarankan untuk menemui ahli rambut atau dermatologist.

Cegah Penuaan Dini dengan Ritual Tidur yang Tepat


Hampir semua wanita tahu kalau tidur yang cukup, baik untuk kesehatan kulit. Tapi tahukah Anda posisi tidur yang salah justru bisa membuat kulit cepat keriput?

Saat tidur proses regenerasi sel kulit berlangsung. Pada saat tidur juga hormon kortisol penyebab stres berkurang sehingga kulit lebih sehat. Demikian pula melatonin — hormon antioksidan ini meningkat saat kita tidur. Hormon ini bermanfaat untuk melawan tanda-tanda penuaan dini bahkan kanker kulit.

Kolagen yang baik untuk kekenyalan kulit juga aktif diproduksi saat Anda tidur. Karena itu, tak ada salahnya setiap hari Anda berinvestasi pada tidur yang baik demi kesehatan kulit.

Posisi
Kerutan pada wajah bisa muncul akibat posisi tidur yang salah. Menurut The American Academy of Dermatology, sebaiknya kita sering-sering mengganti posisi tidur. Posisi yang sama terus-menerus bisa membentuk “garis tidur” di wajah.

Kuteks Kuku Picu Diabetes


Hati-hati saat membeli kuteks kuku. Penelitian terbaru menunjukkan adanya bahan kimia yang disebut phthalates yang ditemukan dalam produk perawatan kuku ini yang dapat meningkatkan risiko diabetes.

Temuan yang dipublikasikan dalam journal Environmental Health Perspectives ini menunjukkan bahwa phthalates dapat mengganggu metabolisme jaringan lemak, sehingga menyebabkan terjadinya resistensi insulin pada wanita sehat.

Setelah meneliti terhadap 2.350 sampel urin wanita berusia 20-80 tahun, peneliti menemukan dua bahan kimia dengan tingkat tinggi, yaitu mono-benzil phthalate dan mono-isobutil ftalat. Kedua bahan kimia ini menaikkan risiko diabetes hingga dua kali.

Tips Agar Anak Tak Mudah Sakit


Anak usia di bawah 13 tahun memang menjadi langganan terkena berbagai penyakit, seperti diare, demam, hingga flu. Sayangnya, para ibu menganggap hal ini wajar.

Menurut dr. Herbowo Soetomenggolo, SpA, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina menjelaskan bahwa seringnya anak sakit bisa disebabkan oleh 3 hal, yaitu anaknya sendiri, kumannya hingga lingkungannya.

Berikut ini beberapa tips agar anak tidak mudah tertular penyakit.

1. Gizi
Gizi tak hanya berpengaruh pada masalah berat badan. Gizi baik tentu saja akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Selain itu, imunisasi sejak kecil juga terbukti efektif mencegah penyakit-penyakit yang menyerang anak.

8 Penyebab Perut Buncit


Bahkan pemilik tubuh langsing pun bisa saja memiliki perut buncit, entah karena kebiasaan yang salah, atau mengonsumsi makanan yang salah. Apa saja misalnya?

Permen Karet
Udara yang anda hirup saat mengunyah  permen karet dapat menyebabkan perut kembung. Agar perut tetap langsing, pastikan Anda tidak mengunyah permen karet sepanjang hari.

Alkohol
Gula dan alkohol, terutama yang terkandung dalam bir, dapat membuat otot anda kendur. Dari pandangan ilmu gizi, alkohol sangat berbahaya bagi tubuh. Hal ini dikarenakan alkohol mengandung kalori yang tinggi, sama seperti jumlah kalori pada makanan berlemak. Terlepas dari hal itu, ketika anda meminum alkohol, hati anda akan bekerja dengan sangat keras untuk menghilangkan alkohol, dan menunda untuk menyaring gula. Gula tersebut kemudian akan disimpan tubuh sebagai lemak. Selain itu, alkohol juga dapat meningkatkan nafsu makan.